Seni mentalism memiliki keunikan tersendiri yang sedikit berbeda dari seni sulap yang lain. Salah satu keunikannya adalah keahlian berbicara atau yang kebanyakan mentalist istilahkan dengan ‘Sleight of Mouth’. Mungkin kemampuan ini juga dimiliki oleh jenis sulap lain, namun kemampuan ini tidak mutlak untuk dimiliki oleh jenis sulap lain tersebut.
‘Sleight of Mouth’ sendiri seperti kemampuan presentasi pada umumnya. Nah, pada tulisan kali ini saya ingin memberikan beberapa tips-tips dalam melakukan ‘Sleight of Mouth’ berdasarkan pengalaman saya pribadi saat street magic.
1. Percaya Diri
Percaya diri adalah kemampuan dasar dalam melakukan presentasi, saya kira anda juga sudah tahu tentang hal itu. Namun, adalakanya seseorang terasa gugup sehingga dia kehilangan kepercayaan dirinya dan akhirnya bicaranya menjadi terbata-bata. Yang saya lakukan pada saya gugup biasanya cukup mengatakan dalam pikiran saya adalah kalimat
“yang tahu triknya cuma saya, buat apa gugup”
Kalimat ini biasa saya ulang 3 sampai 5 kali dalam pikiran saya, lalu bermain.
2. Jangan gunakan kata yang memerintah sukarelawan
Saya kira ini sudah sering dibahas dalam beberapa artikel yang ada di wikumagic. Kata yang bersifat memerintah biasanya bernada kasar bagi sebagian orang. Gunakan kata-kata seperti ‘silahkan’, ‘tolong’, dan sebagainya saat ingin meminta bantuan pada sukarelawan anda.
3. Gunakan kata-kata yang dapat memancing imajinasi
Tips yang satu ini saya rasa cukup berguna bagi anda yang mengandalkan kemampuan bicara dibandingkan kemampuan kecepatan tangan (seperti saya). Misalkan anda memainkan efek ‘membengkokkan koin’ jangan gunakan kata-kata seperti
“oke, koin yang anda pegang akan bengkok saat saya jentikkan jari saya”
Kalimat ini memang cukup bagus, namun tidak memancing sukarelawan untuk ikut merasakan efek yang terjadi. Biasanya jika saya menggunakan kalimat yang mirip dengan kalimat diatas, yang terjadi pada saat saya selesai main ialah sang sukarelawan malah minta diajari triknya. Bukannya saya mau mengatakan bahwa triknya tidak berhasil, tapi pesan yang ingin kita sampaikan pada sukarelawan bahwa ‘koin itu bisa dibengkokkan’ tidak berpengaruh padanya.
Nah, untuk mengatasi ini, pilih kalimat seperti dibawah ini
“oke, kita akan mecoba membengkokkan koin yang ada ditangan anda. Rasakan perlahan-lahan koinnya bengkok. Anda merasakannya bukan?? Bagus tetap seperti itu, tetap konsentrasi dan fokus. Rasakan dan rasakan. Sekarang buka tangan anda..!!”
Percaya sama saya, kalimat yang kedua lebih efektif dibandingkan yang pertama :)
4. Selipkan sedikit humor
Ini sebenarnya tergantung dari pembawaan anda. Jika pembawaan anda memang santai, seperti saya, atau memang bersifat komedi, maka hal ini sangat cocok. Kalau pembawaan anda seram, saya rasa hal ini kurang cocok.
Hal lain yang bisa digunakan dalam humor adalah bisa digunakan sebagai pengalih perhatian. Saya pribadi sering melakukan ini. Namun, jangan menggunakan humor-humor garing dan tidak jelas. Kreatiflah menciptakan humor anda sendiri.jika ada yang ingin ditanyakan mengenai artikel ini, langsung saja layangkan di facebook : Ian Ardianzah atau twitter di @IanArdianzah
Dapatkan Trik Sulap Gratis Berikut ini :







